Sabtu, 12 November 2011

penanaman sawo?blogspot.com

" />
Sukses AGRIBISNIS
Awal Sukses Masa Depan Anda

Tentang Kami
Staf Pengajar
Kurikulum
MINAT STUDI AGRIBISNIS
Lokasi Kampus
Profil Alumni
Artikel

Penelitian
@
Tanaman Obat
halaman 1
halaman 2
Kalender
Foto dan Video
Opini
Tamu
Materi Kuliah
KELAS REGULER SORE

@
« Back to @ « Older Entry | Newer Entry »
Sawo kecik: Biar mudah budidayanya, tak boleh sembarangan tanam (2)
Posted on September 10, 2011 at 7:30 AM

Cara pengembangbiakan sawo kecik cukup mudah. Pohon ini tahan terhadap penyakit dan tak membutuhkan banyak pupuk. Selain itu, hanya membutuhkan sekitar 1,5 tahun dari biji untuk menjadi bibit pohon sawo kecil yang layak jual.



Sawo kecik banyak dimanfaatkan sebagai pohon perindang. Selama ini, permintaan banyak datang dari pengembang proyek jalan dan jalan tol. Bahkan, pohon itu juga ditanam untuk mereklamasi area bekas tambang.



Tak heran, saat ini, pembudidaya sawo kecik harus siap dengan persediaan bibit yang banyak. Menurut Haryo, pemilik PT Exellence Karisma, cara penanaman sawo kecik tergolong mudah.



Sawo kecik bisa ditanam di daerah dataran tinggi dan rendah. Cukup sediakan lahan gembur dengan jarak minimal antara tanaman dan lapisan sedimen di bawahnya dua meter. Karena, pohon sawo kecik mempunyai akar tunggal yang tumbuh ke bawah.



Hama yang sering mengganggu adalah uret, yang menyerang akar pohon sawo kecik. Bentuknya mirip lintah berwarna putih. Selama ini, Haryo membasminya secara manual. Ia menggali tanah di sekitar akar kemudian membunuhnya satu-persatu.



Untuk penyubur tanaman, Haryo menyebar pupuk kandang di lubang yang akan ditanami bibit sawo kecik. Setelah itu, ia tak menggunakan pupuk lagi, lantaran pohon ini mempunyai daya ketahanan tinggi. Jika pohon terlihat layu, baru Haryo menambahkan pupuk kandang.



Untuk menjadi sumber bibit yang layak jual, butuh waktu 1,5 tahun dari awal menanam biji. Tiga tahun setelahnya, barulah pohon sawo kecik mulai berbuah. Bijinya lalu disemai.



Pembudidaya sawo kecik asal Malang, Jawa Timur Yoppi Rahardjo mengungkapkan, dalam budidaya bibit, yang perlu diperhatikan adalah, proses penyemaian benih. Persemaian dapat dilakukan pada bedengan persemaian atau menggunakan polybag.



Lebar bedengan persemaian berukuran 100-150 cm dengan tinggi 30-40 cm. Panjang bedeng tergantung keadaan lahan. Tapi, jarak tanam antar-bedeng 50-60 cm. Kemudian, sebarkan pupuk kandang sebanyak 2 sampai 3 kg per m2, lalu mencampurkan merata dengan lapisan tanah atas.



Setelah benih menjadi bibit muda, lakukan penyiraman secara kontinyu tiap hari minimal sekali hingga dua kali, tergantung cuaca dan keadaan media. Pemberian pupuk tanaman muda sebulan hingga tiga bulan sekali dengan pupuk NPK sebanyak 10 gram sampai 25 gram, yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk disiramkan pada media persemaian.



Kemudian, pindah bibit dari bedengan persemaian ke dalam polybag, atau dari polybag lama ke polybag baru yang ukurannya lebih besar. Pelihara bibit sawo kecik sampai cukup besar atau setinggi 50-100 cm untuk siap ditanam.



Faktor lain yang harus diperhatikan adalah, tingginya curah hujan setahun belakangan. Pasalnya, curah hujan yang terlalu tinggi bisa mempengaruhi rasa dari sawo kecik tersebut.



Untuk itu, bisa digunakan metode naungan. "Tanaman tetap dapat berkembang baik pada suhu antara 22 hingga 32 derajat Celcius," tegas Yoppi, pemilik UD Karang Tengah.



Jenis tanah yang paling baik yaitu, tanah lempung berpasir (latosol) yang subur, gembur, dan banyak bahan organik, serta drainase yang baik. Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo kecik antara 6 sampai 7. Kedalaman tanah yang cocok untuk perkembangan tanaman sawo kecik, yaitu antara 50 cm sampai 200 cm.



(Selesai) http://www.kontan.co.id


Categories: None
Post a Comment
Name
Already a member? Sign In
Email
Message
Get a new challenge Get an audio challenge Help

0 Comments
Members Area
Sign In or Register
KAMPUS KEBANGSAAN


PENGUNJUNG



KISAH AGRIBISNIS SUKSES
Page_white_text Mencicip Manisnya Waralaba Pisang Ijo Justmine
0 comments
Page_white_text Cetak Laba Hingga Rp. 10 Juta/ Bln Berkat Dodol Lidah Buaya
0 comments
Page_white_text Wow, Ngatijan Raup Ratusan juta Per Bulan Dari Kotoran Sapi!
0 comments
Page_white_text Mengolah Limbah Jambu Mete Jadi Produk Ekonomis Tinggi
0 comments
JURNAL AGROS

Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian "AGROS" merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Penerbit Fakultas Pertanian. Untuk melihat lebih lengkap, silahkan klik gambar atau klik di sini)



LINK

Universitas Janabadra

Agribisnis Deptan RI

Kementerian Perdagangan RI

Garuda Dikti

Tabloid Agribisnis Dwimingguan Agrina
Recent Videos
No recent videos
Recent Forum Posts
JUAL BENIH KENTANG
by ciptakaryasantosa@gmail.com 3 weeks ago
pharmacy sales Pioglitazone ~ next day Actos ~ weight lost with Pioglitazone
by DrLovePills 3 months ago
reports credit : free credit reports and score : irs free credit report
by DrLovePills 3 months ago
my credit check free ~ absolutely free credit report ~ credit report cheap
by DrLovePills 3 months ago
More...
Upcoming Events
No upcoming events






Copyright �2010

Start a Free Blog at Webs.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar